Informasi Cepat
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Informasi Cepat
No Result
View All Result

Apa Itu Asas Praduga Tak Bersalah

Indra Prasteria by Indra Prasteria
3 Agustus 2023
in Politik
0

Pengertian Asas Praduga Tak Bersalah

Asas Praduga Tak Bersalah atau yang lebih dikenal dengan istilah “Presumption of Innocence” adalah salah satu prinsip utama dalam sistem peradilan yang mengikat hampir di seluruh negara hukum. Asas ini menegaskan bahwa setiap orang yang dituduh melakukan tindak pidana harus dianggap tidak bersalah sampai adanya putusan pengadilan yang menyatakan kesalahannya secara sah dan final.

Dalam pengertian yang sederhana, asas praduga tak bersalah berarti bahwa seseorang tidak boleh dianggap bersalah hanya karena adanya tuduhan atau dugaan terhadapnya. Sebaliknya, pihak yang dituduh harus dianggap sebagai pihak yang tidak bersalah sampai bukti-bukti yang kuat dan sah mengarahkan kepada kesimpulan bahwa dia benar-benar bersalah. Asas ini menempatkan beban pembuktian pada pihak penuntut atau pihak yang menuduh, dan bukan pada pihak yang diduga melakukan tindak pidana.

Landasan Hukum Praduga Tak Bersalah di Indonesia

Asas Praduga Tak Bersalah memiliki basis hukum yang kuat dalam berbagai undang-undang dan peraturan Indonesia. Dalam hukum acara pidana, asas praduga tak bersalah diatur dalam Penjelasan Umum Kitab Undang – Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) butir 3 huruf C. Selain itu, UU Kehakiman No. 48 Tahun 2009 mengatur asas ini dalam Pasal 8 ayat (1).



  1. Kitab Undang – Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP)

    Mengatur penegakan hukum dalam perkara pidana di Indonesia. Asas praduga tak bersalah adalah salah satu prinsip yang diakui dan dijunjung tinggi dalam proses peradilan pidana, menurut penjelasan umum KUHAP butir 3 huruf C Ini berarti bahwa sampai ada bukti yang sah dan meyakinkan yang menunjukkan sebaliknya, seseorang dianggap tidak bersalah.

  2. UU Kehakiman No. 48 Tahun 2009

    Pasal 8 ayat (1) UU Kehakiman No. 48 Tahun 2009 mengatur asas praduga tak bersalah, yang menyatakan bahwa setiap orang yang disangka melakukan tindak pidana dianggap tidak bersalah sampai ada putusan pengadilan yang menyatakan sebaliknya.

Tujuan Asas Praduga Tak Bersalah

Asas Praduga Tak Bersalah memiliki dua tujuan utama:

  1. Membatasi tindakan aparat penegak hukum terhadap pihak yang diduga melakukan tindak pidana. Dengan adanya asas ini, diharapkan hak dan martabat dari pihak yang diduga tidak tercoreng sebelum terbukti bersalah secara sah.
  2. Melindungi dan menjamin hak-hak terduga agar tidak terjadi kesewenang-wenangan dalam proses hukum. Asas ini memberikan jaminan bahwa setiap individu memiliki hak untuk dianggap tidak bersalah hingga terbukti sebaliknya.




Contoh Asas Praduga Tak Bersalah

  1. Kasus Pidana

    Jika seseorang ditangkap dan dianggap terlibat dalam suatu kasus kriminal, dia dianggap tidak bersalah hingga pengadilan menemukan bukti yang sah dan meyakinkan bahwa dia tidak bersalah.

  2. Media dan Ruang Publik

    Jika media melaporkan tentang seseorang yang diduga melakukan kejahatan, mereka harus menggunakan kata-kata yang tepat agar tidak merugikan orang tersebut atau menimbulkan prasangka sebelum kesalahan mereka dibuktikan di pengadilan.

  3. Konteks Lain

    Konsep praduga tak bersalah dapat digunakan dalam berbagai situasi. Ini termasuk situasi di mana seorang karyawan dituduh melakukan pelanggaran, atau situasi di sistem peradilan remaja di mana seorang remaja dianggap tidak bersalah sampai terbukti sebaliknya.

  4. Tahanan

    Ada praduga tak bersalah untuk tahanan yang ditahan oleh otoritas. Mereka dianggap tidak bersalah hingga terbukti bersalah melalui proses pengadilan yang adil.

  5. Pengadilan Militer

    Pengadilan militer juga menggunakan prinsip praduga tak bersalah. Jika anggota militer dihadapkan pada tuntutan hukum, mereka dianggap tidak bersalah sampai terbukti dalam sidang yang adil bahwa sebaliknya benar.



  6. Kasus Perselisihan Sipil

    Prinsip asas praduga tak bersalah berlaku tidak hanya dalam kasus pidana tetapi juga dalam perselisihan sipil. Dalam kasus ini, pihak yang dituduh harus dianggap tidak bersalah sampai terbukti secara hukum bahwa sebaliknya tidak benar.

Previous Post

Apa Itu Norma Kesusilaan? Ruang Lingkup, Contoh Terpuji dan Tercela

Next Post

Penipuan Asuransi : Hukum & Sanksinya

Next Post

Penipuan Asuransi : Hukum & Sanksinya

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pos-pos Terbaru

  • Aplikasi Game Penghasil Saldo DANA Gratis, Bisa Dimainkan Di HP
  • Cara Klaim Saldo DANA Kaget 2026, Ini Tips Mendapatkan Saldo Gratis
  • Cara Menghasilkan Saldo DANA Gratis Tanpa Isi Saldo, Ini Tipsnya
  • Cara Skrining BPJS Kesehatan 2026 Melalui HP, Simak Dokumen Yang Diperlukan
  • Cek BI Checking Online 2026 Menggunakan HP Dengan Mudah

Komentar Terbaru

Tidak ada komentar untuk ditampilkan.

Arsip

  • September 2026
  • Agustus 2026
  • Juni 2026
  • Desember 2025
  • Agustus 2025
  • Juli 2025
  • Juni 2025
  • Mei 2025
  • April 2025
  • Maret 2025
  • Februari 2025
  • Januari 2025
  • Desember 2024
  • November 2024
  • Oktober 2024
  • September 2024
  • Agustus 2024
  • Juli 2024
  • Juni 2024
  • Mei 2024
  • April 2024
  • Maret 2024
  • Februari 2024
  • Januari 2024
  • Desember 2023
  • November 2023
  • Oktober 2023
  • September 2023
  • Agustus 2023
  • Juli 2023
  • Juni 2023
  • Mei 2023
  • April 2023
  • Maret 2023
  • Februari 2023
  • Januari 2023

Kategori

  • Artikel
  • Bansos
  • Berita
  • BPJS Kesehatan
  • Informasi
  • Istilah Hukum
  • Kesehatan
  • Opini
  • Politik
  • Tak Berkategori
  • Laman Contoh

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.