Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 0,64% ke level 6.317,46 pada perdagangan sesi I, Rabu (23/9/2026). Penguatan IHSG terjadi menjelang pengumuman keputusan suku bunga acuan BI Rate setelah Bank Indonesia (BI) menggelar Rapat Dewan Gubernur (RDG) selama dua hari.
Pada perdagangan sesi I, IHSG sempat menyentuh level tertinggi 6.325,47 setelah bergerak menguat sejak awal perdagangan. Sementara itu, level terendah IHSG berada di 6.253,73, yang terjadi tidak lama setelah perdagangan dibuka.
Aktivitas perdagangan hingga pertengahan hari tercatat cukup tinggi. Nilai transaksi saham mencapai sekitar Rp6,05 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 18,98 miliar saham. Frekuensi transaksi tercatat sekitar 1,11 juta kali.
Dari keseluruhan saham yang diperdagangkan, sebanyak 400 saham menguat, sementara 211 saham melemah. Adapun 175 saham lainnya bergerak stagnan.
Saham Big Caps Dorong Penguatan IHSG
Penguatan IHSG pada sesi I turut ditopang oleh pergerakan sejumlah saham berkapitalisasi besar atau big caps.
Selain sentimen dari kondisi fundamental ekonomi domestik, beberapa sektor juga mencatatkan penguatan cukup signifikan. Sektor barang baku naik 1,76%, sektor konsumen nonprimer menguat 1,51%, sedangkan sektor perindustrian naik 1,39%.
Pergerakan sejumlah saham berkapitalisasi besar tersebut menjadi salah satu faktor yang menopang kenaikan IHSG pada perdagangan Rabu (23/9/2026).
Berdasarkan data Bloomberg, berikut sejumlah saham yang memberikan kontribusi terhadap pergerakan IHSG sepanjang sesi I:
- PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA): kontribusi 4,58 poin.
- PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN): kontribusi 3,80 poin.
- PT Fortune Indonesia Tbk (FORU): kontribusi 3,45 poin.
- PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA): kontribusi 3,01 poin.
- PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR): kontribusi 2,47 poin.
- PT Bank Mandiri Tbk (BMRI): kontribusi 2,46 poin.
- PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS): kontribusi 2,24 poin.
- PT Bank Central Asia Tbk (BBCA): kontribusi 2,21 poin.
- PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN): kontribusi 1,94 poin.
- PT Singaraja Putra Tbk (SINI): kontribusi 1,34 poin.
Investor Menanti Keputusan BI Rate September 2026
Perhatian pelaku pasar pada perdagangan Rabu (23/9/2026) juga tertuju pada keputusan Bank Indonesia mengenai BI Rate.
Bank Indonesia telah menggelar RDG pada 22-23 September 2026. Hasil rapat tersebut dijadwalkan diumumkan pada Rabu siang sekitar pukul 14.00 WIB.
Keputusan suku bunga menjadi perhatian investor karena dapat memengaruhi ekspektasi terhadap pasar keuangan dan pergerakan nilai tukar rupiah.
Berdasarkan konsensus Bloomberg, sebanyak 36 ekonom dan analis yang disurvei memperkirakan BI akan mempertahankan suku bunga acuan pada level 5,75%. Angka tersebut merupakan median dari estimasi yang dihimpun.
Dengan demikian, pelaku pasar tidak hanya menantikan keputusan mengenai BI Rate, tetapi juga mencermati pernyataan dan arah kebijakan Bank Indonesia setelah hasil RDG diumumkan.
Pasar Cermati Arah Kebijakan BI
Selain keputusan suku bunga, komunikasi Bank Indonesia setelah RDG menjadi salah satu perhatian investor.
Pasar akan mencermati bagaimana BI melihat perkembangan nilai tukar rupiah, stabilitas pasar keuangan, serta kondisi yield global.
Jika BI mempertahankan BI Rate di level 5,75%, perhatian berikutnya akan tertuju pada sinyal kebijakan terkait stabilisasi rupiah dan penggunaan instrumen intervensi untuk menjaga kondisi pasar keuangan.
Mirae Asset Sekuritas sebelumnya menyebut bahwa pasar secara umum memperkirakan BI Rate tetap berada di level 5,75%.
Dengan kondisi tersebut, fokus pelaku pasar diperkirakan tidak hanya tertuju pada keputusan suku bunga, tetapi juga pada statement dan forward guidance BI, khususnya terkait tekanan terhadap rupiah, stabilitas pasar keuangan, serta respons kebijakan terhadap tingginya yield global.
Pergerakan IHSG pada sesi I Rabu (23/9/2026) menunjukkan bahwa investor turut merespons sentimen menjelang keputusan BI Rate. Perkembangan pasar selanjutnya akan bergantung pada hasil RDG serta komunikasi Bank Indonesia setelah keputusan suku bunga diumumkan.

