Informasi Cepat
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Informasi Cepat
No Result
View All Result

Kerajaan Gowa Tallo: Sejarah, Raja, dan Masa Kejayaannya

Indra Prasteria by Indra Prasteria
18 Maret 2024
in Tak Berkategori
0

Sejarah Kerajaan Gowa Tallo

Pada awalnya di daerah Gowa terdapat sembilan komunitas, yang dikenal dengan nama Bate Salapang (Sembilan Bendera), yang kemudian menjadi pusat kerajaan Gowa: Tombolo, Lakiung, Parang-Parang, Data, Agangjene, Saumata, Bissei, Sero, dan Kalili.

Melalui berbagai cara, baik danai maupun paksaan, komunitas lainnya bergabung untuk membentuk Kerajaan Gowa. Cerita dari pendahulu di Gowa dimulai oleh Tumanurung sebagai pendiri Istana Gowa, tetapi tradisi Makassar lain menyebutkan empat orang yang mendahului datangnya Tumanurung, dua orang pertama adalah Batara Guru dan saudaran

Kesultanan Gowa atau kadang ditulis Goa, adalah salah satu kerajaan besar dan paling sukses di daerah Sulawesi Selatan. Rakyat dari kerajaan ini berasal dari Suku Makassar yang berdiam di ujung selatan dan pesisir barat Sulawesi. Wilayah kerajaan ini sekarang berada di bawah Kabupaten Gowa dan beberapa bagian daerah sekitarnya.

Kerajaan ini memiliki raja yang paling terkenal bergelar Sultan Hasanuddin, yang saat itu melakukan peperangan yang dikenal dengan Perang Makassar (1666-1669) terhadap VOC yang dibantu oleh Kerajaan Bone yang dikuasai oleh satu wangsa Suku Bugis dengan rajanya Arung Palakka.

Perang Makassar bukanlah perang antarsuku karena pihak Gowa memiliki sekutu dari kalangan Bugis; demikian pula pihak Belanda-Bone memiliki sekutu orang Makassar.
Perang Makassar adalah perang terbesar VOC yang pernah dilakukannya di abad ke-17. Kerajaan Gowa dan Tallo lebih dikenal dengan sebutan Kerajaan Makassar. Kerajaan ini terletak di daerah Sulawesi Selatan.

Makassar sebenarnya adalah ibukota Gowa yang dulu disebut sebagai Ujungpandang. Secara geografis Sulawesi Selatan memiliki posisi yang penting, karena dekat dengan jalur pelayaran perdagangan Nusantara.

Bahkan daerah Makassar menjadi pusat persinggahan para pedagang, baik yang berasal dari Indonesia bagian timur maupun para pedagang yang berasal dari daerah Indonesia bagian barat. Dengan letak seperti ini mengakibatkan Kerajaan Makassar berkerobang menjadi kerajaan besar dan berkuasa atas jalur perdagangan Nusantara. Berikut adalah peta Sulawesi Selatan pada saat itu.

Raja Kerajaan Gowa Tallo

  • Daeng Matanre Karaeng Tumapa’risi Kallonna (…-1546 M)

  • I Manriwagau Daeng Bonto Karaeng Lakiung Tunipallangga (1546-1565 M)

    Tajibarani Daeng Marompa Karaeng Data Tunibatte

  • | Manggorai Daeng Mammeta Karaeng Bontolangkasa Tunijallo (1565- 1590 M)

  • I Tepu Karaeng Daeng Parabbung Tunipasulu (1593 M)

  • Sultan Alauddin I (1593-1639 M)

  • Sultan Malikussaid (1639-1653 м)

  • Sultan Hasanuddin (1653-1669 M)

  • Sultan Amir Hamzah (1669-1674 M)

  • Sultan Mohammad Ali (1674-1677 M)

  • Sultan Abdul Jalil (1677-1709 M)

  • Sultan Ismail (1709-1711 M)

  • Sultan Najamuddin (1711-….)

  • Sultan Sirajuddin (….-1735 M)

  • Sultan Abdul Chair (1735-1742 M)

  • Sultan Abdul Kudus (1742-1753 м)

  • Sultan Maduddin (1747-1795 M)

  • Sultan Zainuddin (1767-1769 M)

  • Sultan Abdul Hadi (1769-1778 M)

  • Sultan Abdul Rauf (1778-1810 M)

  • Sultan Muhammad Zainal Abidin (1825-1826 M)

  • Sultan Abdul Kadir Aididin (1826-1893 M)

  • Sultan Muhammad Idris (1893-1895 M)

  • Sultan Muhammad Husain (1895-1906 M)

  • Sultan Muhammad Tahir Muhibuddin (1906-1946 M)

  • Sultan Muhammad Abdul Kadir Aiduddin (1956-1978 M)

  • Sultan Alauddin II (2011-2020 M)

  • Andi Kumala Andi Idjo (2020-sekarang)

Masa Kejayaan Kerajaan Gowa Tallo

Di bawah kepemimpinan Sultan Hasanuddin, yang dikenal sebagai Ayam Jantan dari Timur, Kerajaan Makassar mencapai puncak kejayaannya. Keberhasilannya dalam mengelola perdagangan di wilayah Indonesia timur menjadikan Makassar sebagai pusat ekonomi yang kuat.

Di samping itu, Sultan Hasanuddin juga menunjukkan perhatiannya pada pengembangan kebudayaan Islam dan pendidikan, mengantarkan kerajaan ke masa keemasan di bidang sosial.

Namun, kejayaan ini tidak berlangsung selamanya. Keberatan Sultan Hasanuddin terhadap campur tangan VOC di Ambon, yang mengganggu aktivitas perdagangan dan merugikan masyarakat, membawanya pada perlawanan terhadap penjajah.

Sayangnya, Belanda menggunakan strategi adu domba yang licik, memicu Perang Makassar dan ultimately, mengantarkan kerajaan ke jurang keruntuhan.

Previous Post

Isi Konferensi Meja Bundar di Den Haag Belanda

Next Post

Pemberontakan DII/TII: Sejarah,Tujuan, dan Daerah yang Ikut

Next Post

Pemberontakan DII/TII: Sejarah,Tujuan, dan Daerah yang Ikut

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pos-pos Terbaru

  • Cara Klaim Saldo DANA Kaget Terbaru Malam Ini, Simak Tips Agar Tidak Kehabisan
  • Cara Mendapatkan Saldo DANA Gratis Dengan Mudah, Ikuti Panduannya
  • 5 Aplikasi Penghasil Saldo DANA Gratis 2026, Cek Cara Kerjanya
  • Cara Bayar Cicilan SPayLater Shopee 2026, Simak Panduannya
  • Cara Cek Bansos PKH September 2026, Cukup Siapkan NIK KTP

Komentar Terbaru

Tidak ada komentar untuk ditampilkan.

Arsip

  • September 2026
  • Agustus 2026
  • Juni 2026
  • Desember 2025
  • Agustus 2025
  • Juli 2025
  • Juni 2025
  • Mei 2025
  • April 2025
  • Maret 2025
  • Februari 2025
  • Januari 2025
  • Desember 2024
  • November 2024
  • Oktober 2024
  • September 2024
  • Agustus 2024
  • Juli 2024
  • Juni 2024
  • Mei 2024
  • April 2024
  • Maret 2024
  • Februari 2024
  • Januari 2024
  • Desember 2023
  • November 2023
  • Oktober 2023
  • September 2023
  • Agustus 2023
  • Juli 2023
  • Juni 2023
  • Mei 2023
  • April 2023
  • Maret 2023
  • Februari 2023
  • Januari 2023

Kategori

  • Artikel
  • Bansos
  • Berita
  • BPJS Kesehatan
  • Informasi
  • Istilah Hukum
  • Kesehatan
  • Opini
  • Politik
  • Tak Berkategori
  • Laman Contoh

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.