Informasi Cepat
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Informasi Cepat
No Result
View All Result

Mataram Kuno: Sejarah, Raja dan Peninggalannya

Indra Prasteria by Indra Prasteria
5 Maret 2024
in Tak Berkategori
0

Sejarah Kerajaan Mataram Kuno

Kerajaan Mataram Kuno, juga dikenal sebagai Kerajaan Medang, adalah sebuah kerajaan Hindu-Buddha yang didirikan di Jawa Tengah pada abad ke-8. Pada abad ke-10, kerajaan ini pindah ke Jawa Timur. Kerajaan Mataram Kuno mencapai puncak kejayaannya pada abad ke-9 dan ke-10, dan meninggalkan banyak peninggalan sejarah yang masih dapat dilihat hingga saat ini.

Kerajaan Mataram Kuno didirikan pada tahun 732 M oleh Raja Sanjaya dari Dinasti Sanjaya. Prasasti Munggu dan Canggal menjadi bukti sejarah yang menunjukkan keberadaan kerajaan ini. Pada awal berdirinya, kerajaan ini berpusat di daerah Mataram, yang sekarang dikenal sebagai Yogyakarta dan sekitarnya di Jawa Tengah.

Masa Kejayaan Mataram Kuno

Abad ke-8 menjadi saksi bisu kejayaan Mataram Kuno. Kerajaan Hindu-Buddha ini menjalin hubungan erat dengan Kerajaan Sriwijaya di Sumatra, membuka jalan bagi pertukaran budaya dan ekonomi yang memperkuat kedua kerajaan.

Di bawah kepemimpinan Raja Rakai Pikatan (840-856 M) dari Dinasti Sanjaya, Mataram Kuno memasuki era baru. Pernikahannya dengan Pramowardhani dari Dinasti Syailendra, yang beragama Buddha, menandai persatuan dua dinasti besar dan membawa stabilitas politik.

Persatuan ini memicu lonjakan pembangunan di Mataram Kuno. Candi-candi megah, seperti Borobudur, Mendut, dan Pawon, didirikan sebagai simbol kejayaan kerajaan dan bukti kemajuan seni arsitektur dan budaya.

Masa kejayaan Mataram Kuno meninggalkan warisan budaya yang tak ternilai, yang masih dapat kita saksikan hingga saat ini. Candi-candi megah tersebut menjadi bukti peradaban maju dan menjadi daya tarik wisata yang mendunia.

Raja – raja Kerajaan Mataram Kuno

  • Dinasti Sanjaya (Hindu)

    • Raja Sanjaya (732-760 M): Pendiri Kerajaan Mataram Kuno yang memerintah dari Mataram (Medang).
    • Rakai Panangkaran (760-780 M): Putra Sanjaya yang memindahkan pusat pemerintahan ke Jawa Tengah bagian selatan.
    • Rakai Panunggalan/Dharmatungga (780-800 M): Putra Rakai Panangkaran yang berhasil membangun kembali Candi Prambanan.
    • Rakai Warak/Indra (Syailendra) (800-820 M): Menantu Rakai Panangkaran yang membangun Candi Borobudur.
  • Dinasti Syailendra (Buddha)

    • Rakai Pikatan (840-856 M): Menantu Rakai Garung yang berhasil menyatukan kembali kedua dinasti.
    • Rakai Kayuwangi (856-882 M): Putra Rakai Pikatan yang membangun Candi Lumbung dan Ngabean.
    • Rakai Watukura Dyah Balitung (882-898 M): Putra Rakai Kayuwangi yang memimpin Kerajaan Mataram Kuno mencapai masa kejayaan.
  • Dinasti Isyana (Hindu)

    • Mpu Sindok (929-947 M): Raja yang memindahkan pusat pemerintahan ke Jawa Timur dan membangun Candi Dinoyo dan Jawi.
    • Sri Lokapala dan Ratu Sri Isanatunggawijaya (sejak 947 M): Anak dan menantu Mpu Sindok.
    • Makutawangsawardhana (hingga 985 M): Cucu Mpu Sindok.
    • Dharmawangsa Teguh (985-1007 M): Putra Makutawangsawardhana yang memimpin Kerajaan Mataram Kuno hingga keruntuhannya.

Peninggalan Kerajaan Mataran Kuno

  • Candi Borobudur: Candi Buddha terbesar di dunia yang dibangun pada abad ke-8.

  • Candi Prambanan: Kompleks candi Hindu terbesar di Indonesia yang dibangun pada abad ke-9.

  • Candi Sewu: Candi Hindu yang terletak di dekat Candi Prambanan.

  • Candi Mendut: Candi Buddha yang terletak di dekat Candi Borobudur.

  • Candi Pawon: Candi Hindu yang terletak di dekat Candi Prambanan.

  • Prasasti Canggal: Prasasti yang menceritakan tentang pembangunan Candi Canggal oleh Raja Sanjaya pada tahun 732 M.

  • Prasasti Kalasan: Prasasti yang menceritakan tentang pendirian Candi Kalasan oleh Raja Rakai Pikatan pada tahun 778 M.

  • Prasasti Mantyasih: Prasasti yang menceritakan tentang pembangunan Candi Mendut dan Candi Pawon oleh Raja Rakai Pikatan pada tahun 824 M.

  • Arca: Arca-arca Hindu dan Buddha yang ditemukan di berbagai tempat di Jawa Tengah.

  • Relief: Relief-relief yang menceritakan tentang cerita-cerita Hindu dan Buddha yang terdapat di candi-candi.

Peninggalan-peninggalan Kerajaan Mataram Kuno ini menunjukkan bahwa kerajaan tersebut memiliki peradaban yang maju pada masanya. Kemampuan mereka dalam membangun candi-candi yang megah dan indah menunjukkan bahwa mereka memiliki teknologi yang tinggi.

Previous Post

Asas- Asas Hukum Tatanegara Indonesia

Next Post

Jong Java: Sejarah,Tokoh,dan Bentuk perjuangan”

Next Post

Jong Java: Sejarah,Tokoh,dan Bentuk perjuangan"

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pos-pos Terbaru

  • Cara Bagikan Saldo DANA Kaget 2026 Ke Banyak Penerima
  • Cara Mengubah Desil DTSEN 2026 Secara Online Melalui Hp
  • Cara Mengaktifkan SPayLater Di Aplikasi Shopee, Cek Syarat Lengkapnya
  • Cara Aktifkan GoPay Later 2026, Ini Syarat Dan Cara Bayar Tagihannya
  • Cara Menghasilkan Cuan Dari Facebook Terbaru 2026, Simak Panduannya

Komentar Terbaru

Tidak ada komentar untuk ditampilkan.

Arsip

  • September 2026
  • Agustus 2026
  • Juni 2026
  • Desember 2025
  • Agustus 2025
  • Juli 2025
  • Juni 2025
  • Mei 2025
  • April 2025
  • Maret 2025
  • Februari 2025
  • Januari 2025
  • Desember 2024
  • November 2024
  • Oktober 2024
  • September 2024
  • Agustus 2024
  • Juli 2024
  • Juni 2024
  • Mei 2024
  • April 2024
  • Maret 2024
  • Februari 2024
  • Januari 2024
  • Desember 2023
  • November 2023
  • Oktober 2023
  • September 2023
  • Agustus 2023
  • Juli 2023
  • Juni 2023
  • Mei 2023
  • April 2023
  • Maret 2023
  • Februari 2023
  • Januari 2023

Kategori

  • Artikel
  • Bansos
  • Berita
  • BPJS Kesehatan
  • Informasi
  • Istilah Hukum
  • Kesehatan
  • Opini
  • Politik
  • Tak Berkategori
  • Laman Contoh

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.