Informasi Cepat
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Informasi Cepat
No Result
View All Result

Perjanjian Bongaya: Latar Belakang dan Isi Perjanjian Bongaya

Indra Prasteria by Indra Prasteria
17 November 2023
in Tak Berkategori
0

Perjanjian Bongaya

Perjanjian Bongaya yang ditandatangani pada 18 November 1667 dinilai sangat merugikan Makassar. Perjanjian ini lahir sebagai akibat dari perang besar dan menjadi latar belakang terjadinya Perjanjian Bongaya. Perlawanan kerajaan Gowa terhadap Belanda mencapai puncaknya pada masa pemerintahan Sultan Hasanuddin, putra Sultan Muhammad Said dan cucu Sultan Alauddin, pada tahun 1653 hingga 1669.

Selain menghadapi Belanda, Sultan Hasanuddin juga harus menghadapi Aru Palaka dari Soppeng Bone pada tahun 1660. Sultan Hasanuddin harus menghadapi perlawanan itu, dibantu oleh Belanda. Sultan Hasanuddin yang begitu bersemangat hingga dijuluki Ayam Jago dari Timur membuat rakyat terus berjuang tanpa mengetahui akan menyerah.

Pertempuran itu berlangsung setahun dengan ketegangan yang hebat, terutama di laut (lihat Sagimun, 1992). Pasukan Kerajaan Gowa tidak pernah bisa bertahan melawan pasukan Belanda yang dilengkapi dengan senjata dan bantuan Batavia. Untuk mempersiapkan prajurit dan strategi militer, Sultan Hasanuddin terpaksa menandatangani perjanjian pada tanggal 18 November 1667 di wilayah Bongaya.

Perjanjian Bongaya terdiri dari 30 pasal yang antara lain menggambarkan Sultan Hasanuddin sebagai Raja Gowa yang mengakui kekuasaan dan pemerintahan Belanda (VOC) di Makassar. Kerajaan Gowa harus menyerahkan Ujung Pandang (Fort Rotterdam) kepada Belanda.

Latar Belakang Perlawanan Makassar terhadap VOC

Munculnya perlawanan Makassar terhadap VOC adalah sebagai berikut:

  1. Belanda menganggap Makassar sebagai pelabuhan gelap.

  2. Sultan Hasanuddin menolak monopoli perdagangan Belanda di Makassar.

  3. Belanda melakukan blokade terhadap ekonomi Makassar.

Isi Perjanjian Bongaya

Isi dari Perjanjian Bongaya antara lain:

  1. Makassar harus mengakui monopoli VOC.

  2. Wilayah Makassar hanya terbatas pada Goa.

  3. Makassar harus membayar ganti rugi perang.

  4. Hasanuddin harus mengakui Aru Palaka sebagai raja Bone.

  5. Gowa tertutup bagi orang asing kecuali VOC.

  6. Benteng yang ada akan dihancurkan kecuali Benteng Rotterdam.

Isi perjanjian ini jelas sangat merugikan pihak kerajaan Gowa, akibatnya Hasanuddin kembali melakukan perlawanan. Pihak VOC meminta bantuan tentara yang ada di Batavia.

Pertempuran kembali pecah, pasukan Sultan Hasanuddin memberi perlawanan sengit kepada VOC. Namun, karena kalah dalam persenjataan serta bantuan tentara VOC dari Batavia membuat VOC mampu menerobos pertahanan Gowa yaitu Benteng Sombaopu pada 12 Juni 1669.

Pada perkembangannya, Sultan Hasanuddin mengundurkan diri dari takhtanya sebagai raja Gowa dan wafat pada 12 Juni 1670.

Previous Post

Perjalanan Hidup dan Kepemimpinan Presiden Kedua RI Soeharto

Next Post

Gerakan Non-Blok: Membangun Kemandirian dan Keseimbangan Global

Next Post

Gerakan Non-Blok: Membangun Kemandirian dan Keseimbangan Global

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pos-pos Terbaru

  • Daftar Lengkap Libur November 2026 Dan Tanggal Merah Hari Besar Nasional
  • Panduan Lengkap Memeriksa Desil DTSEN Untuk Cek Bansos 2026
  • Bansos PKH Oktober 2026 Tahap 4 Lewat HP, Cukup Pakai NIK KTP
  • Cek Penerima PIP Oktober 2026 Pakai NISN dan NIK di Situs Resmi Kemendikdasmen
  • Cara Klaim Saldo Gratis ShopeePay Secara Aman, Cek Panduannya

Komentar Terbaru

  1. Ezra Amanda Christianto mengenai Cara Klaim DANA Kaget Hari Ini, Perhatikan Tips Keamanannya
  2. Ezra Amanda Christianto mengenai Cara Klaim DANA Kaget Hari Ini, Perhatikan Tips Keamanannya
  3. aman mengenai Cara Klaim DANA Kaget Hari Ini, Perhatikan Tips Keamanannya
  4. MAHADIR mengenai Cara Memunculkan Fitur DANA Cicil 2026 dengan Mudah di Aplikasi DANA
  5. MAHADIR mengenai Cara Aktifkan Fitur DANA Cicil Terbaru Di Aplikasi DANA, Ikuti Panduannya

Arsip

  • Oktober 2026
  • September 2026
  • Agustus 2026
  • Juni 2026
  • Desember 2025
  • Agustus 2025
  • Juli 2025
  • Juni 2025
  • Mei 2025
  • April 2025
  • Maret 2025
  • Februari 2025
  • Januari 2025
  • Desember 2024
  • November 2024
  • Oktober 2024
  • September 2024
  • Agustus 2024
  • Juli 2024
  • Juni 2024
  • Mei 2024
  • April 2024
  • Maret 2024
  • Februari 2024
  • Januari 2024
  • Desember 2023
  • November 2023
  • Oktober 2023
  • September 2023
  • Agustus 2023
  • Juli 2023
  • Juni 2023
  • Mei 2023
  • April 2023
  • Maret 2023
  • Februari 2023
  • Januari 2023

Kategori

  • Artikel
  • Bansos
  • Berita
  • BPJS Kesehatan
  • Informasi
  • Istilah Hukum
  • Kesehatan
  • Opini
  • Politik
  • Tak Berkategori
  • Laman Contoh

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.