Pengguna Google dapat mengubah pengaturan SafeSearch melalui menu pencarian apabila fitur tersebut tidak dibatasi oleh akun, perangkat, jaringan, atau administrator. SafeSearch berfungsi menyaring hasil pencarian yang mengandung konten vulgar, termasuk materi seksual eksplisit serta gambar yang memperlihatkan kekerasan atau darah.
Google menyediakan tiga pilihan pengaturan SafeSearch, yaitu Filter, Buramkan, dan Nonaktif. Pengguna dapat menentukan salah satunya sesuai kebutuhan. Meski begitu, opsi Nonaktif bisa tidak tersedia apabila pengaturan SafeSearch berada di bawah kendali pihak lain.
Mengubah SafeSearch melalui Google
SafeSearch pada akun pribadi yang tidak mendapatkan pembatasan dapat diubah langsung dari perangkat yang digunakan untuk mencari informasi.
Pengguna Android dapat membuka aplikasi Google, mengetuk foto profil atau inisial akun, lalu masuk ke Setelan. Setelah itu, pilih SafeSearch dan ubah pengaturannya menjadi Nonaktif.
Pengaturan serupa juga dapat dilakukan melalui browser. Pengguna cukup membuka halaman pengaturan SafeSearch dan memilih opsi Nonaktif, selama fitur tersebut tidak dalam kondisi terkunci.
Sementara bagi pengguna iPhone atau iPad, pengaturan bisa dibuka melalui aplikasi Google. Caranya dengan memilih profil, masuk ke Setelan, kemudian membuka menu SafeSearch dan mengubah pilihannya menjadi Nonaktif.
Penyebab SafeSearch Tidak Bisa Dinonaktifkan
Tidak semua pengguna dapat mengubah SafeSearch secara bebas. Salah satu tandanya adalah munculnya ikon gembok atau keterangan bahwa pengaturan tersebut dikunci.
Pembatasan dapat berasal dari berbagai pihak maupun sistem. Orang tua dapat mengaturnya melalui Family Link, sedangkan sekolah dan tempat kerja juga dapat menerapkan pembatasan melalui administrator. Selain itu, perangkat, jaringan publik, program keamanan, pengaturan browser, atau konfigurasi jaringan tertentu dapat membuat SafeSearch tetap aktif.
Google memberikan keterangan mengenai pihak atau sistem yang mengendalikan pengaturan ketika SafeSearch berada dalam kondisi terkunci. Karena itu, perubahan melalui akun pribadi belum tentu berhasil jika pembatasan diterapkan oleh administrator atau jaringan.
Cara Memeriksa Apakah SafeSearch Terkunci
Status SafeSearch dapat diketahui dengan membuka halaman pengaturannya. Jika terlihat ikon berbentuk gembok, berarti pengguna tidak memiliki kebebasan penuh untuk mengubah pengaturan tersebut.
Pada perangkat atau jaringan yang dikelola sekolah, kantor, orang tua, maupun administrator, perubahan harus dilakukan oleh pihak yang memiliki akses pengelolaan. Pengguna dapat menghubungi pihak terkait apabila ingin mengetahui alasan pembatasan atau meminta perubahan pengaturan.
SafeSearch Tidak Menyaring Seluruh Internet
SafeSearch hanya berlaku pada hasil yang muncul melalui Google Search. Fitur ini tidak dirancang untuk memblokir seluruh konten di internet, sehingga tidak berlaku pada mesin pencari lain atau situs yang dibuka secara langsung.
Selain itu, SafeSearch bukan fitur yang berfungsi menjaga privasi aktivitas internet. Pengaturan tersebut tidak mengenkripsi koneksi, menyembunyikan alamat IP, ataupun menghapus riwayat penelusuran.
Cara Mengatasi SafeSearch yang Terkunci
Langkah yang dapat dilakukan bergantung pada sumber pembatasannya. Jika SafeSearch pada akun pribadi masih dapat diubah, pengguna cukup membuka pengaturan dan memilih Nonaktif.
Sebaliknya, apabila terdapat ikon gembok, pengguna perlu mengetahui siapa yang mengelola pembatasan tersebut. Jika pengaturan berasal dari orang tua, sekolah, tempat kerja, perangkat, atau jaringan, perubahan harus dilakukan melalui pihak yang mempunyai kewenangan.
Dengan memahami sumber penguncian, pengguna dapat menentukan langkah yang sesuai. SafeSearch yang bebas diubah dapat dinonaktifkan melalui menu pengaturan, sedangkan pembatasan yang diterapkan administrator atau jaringan tidak dapat dilewati hanya dengan mengubah pengaturan dari akun pengguna.

