Informasi Cepat
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Informasi Cepat
No Result
View All Result

Sejarah Partai Golkar

Indra Prasteria by Indra Prasteria
29 Juni 2023
in Politik
0

Sejarah Partai Golkar dimulai pada tahun 1964 dengan pendirian Sekretariat Bersama (SEKBER) Golkar. SEKBER Golkar didirikan oleh golongan militer, terutama perwira Angkatan Darat, untuk menghimpun berbagai organisasi pemuda, wanita, sarjana, buruh, petani, dan nelayan dalam satu wadah.

Pendirian SEKBER Golkar pada tahun 1964 sebagai respons terhadap peningkatan pengaruh Partai Komunis Indonesia (PKI) dan organisasinya, baik di dalam maupun di luar Front Nasional. SEKBER Golkar bertujuan menjadi tempat bagi golongan fungsional atau golongan karya murni yang tidak terikat pada pengaruh politik tertentu. Brigadir Jenderal Djuhartono dan Mayor Jenderal Suprapto Sukowati kemudian menjabat sebagai Ketua SEKBER Golkar pada saat itu.

Anggota SEKBER Golkar berkembang pesat, mulai dari 61 organisasi awal menjadi 291 organisasi. Pada Pemilihan Umum (Pemilu) 1971, Golkar ikut serta sebagai peserta dan berhasil memenangkan suara yang signifikan dengan persentase 62,79%. Suara Golkar merata di seluruh provinsi, berbeda dengan partai politik lain yang mengandalkan basis tradisional.




Pada tanggal 17 Juli 1971, SEKBER Golkar resmi mengubah namanya menjadi Golkar sesuai dengan ketentuan Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara (MPRS) mengenai penataan kembali kehidupan politik di Indonesia. Golkar menyatakan dirinya bukan partai politik, karena fokus pada pembangunan dan karya.

Pada September 1973, Golkar mengadakan Musyawarah Nasional (Munas) I di Surabaya dengan Mayor Jenderal Amir Murtono terpilih sebagai Ketua Umum. Golkar mulai mengkonsolidasikan diri dengan membentuk wadah-wadah profesi seperti Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI), dan Federasi Buruh Seluruh Indonesia (FBSI).

Setelah Peristiwa Gerakan 30 September (G30S), Golkar bersama dengan dukungan penuh dari Soeharto sebagai pimpinan militer, berperan aktif dalam menghancurkan kekuatan Partai Komunis Indonesia (PKI) dan kekuatan Soekarno. Golkar dan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI-AD) menjadi tulang punggung rezim militer Orde Baru.



Selama berkuasa selama puluhan tahun, Orde Baru menggunakan Golkar sebagai alat untuk melaksanakan kebijakan politik. Kader-kader Golkar menduduki jabatan di struktur eksekutif, legislatif, dan yudikatif. Golongan Karya dibina sebagai jaringan konstituen melalui pengaturan informal dengan jalur A untuk lingkungan militer, jalur B untuk lingkungan birokrasi, dan jalur G untuk lingkungan sipil di luar birokrasi. Dewan Pembina memiliki peran strategis dalam mengendalikan ketiga jalur tersebut.

Partai Golkar Dalam Pemilu

Partai Golkar ikut serta dalam Pemilu 1999 di era multi partai. Pada pemilu pertama di era reformasi, Golkar meraih suara yang menempatkannya di peringkat kedua di bawah PDIP. Namun, pada pemilu berikutnya, Golkar berhasil meraih suara yang signifikan. Pada pemilu legislatif 2004, Golkar menjadi pemenang dengan persentase suara 21,58%.

Pada pemilu legislatif 2009, Golkar kembali mengalami penurunan suara dan berada di posisi kedua di bawah Partai Demokrat. Aburizal Bakrie terpilih sebagai Ketua Umum dalam Munas VIII di Pekanbaru dan berkomitmen untuk membawa Golkar meraih kemenangan dalam pemilu.



Pada pemilu legislatif 2014, Golkar mendapatkan persentase suara 14,75% atau 16,3% kursi parlemen, menempati posisi kedua di bawah PDIP. Pada tahun 2019, Golkar meraih 85 kursi dalam pemilu.

Visi Partai Golkar

Mewujudkan masyarakat Indonesia yang bersatu, berdaulat, maju, modern, damai, adil, makmur, beriman, dan berakhlak mulia, dengan kesadaran hukum dan lingkungan yang tinggi, penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta memperoleh martabat dalam hubungan dengan negara-negara lain.

Misi Partai Golkar

  1. Memperkuat dan menjaga Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi bangsa guna menguatkan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
  2. Mewujudkan tujuan proklamasi melalui pembangunan nasional di berbagai sektor untuk menciptakan masyarakat yang demokratis dan berdaulat, sejahtera dan makmur, menegakkan supremasi hukum, menghormati hak asasi manusia, serta mencapai ketertiban dan perdamaian dunia.
  3. Mewujudkan pemerintahan yang efektif dengan sistem pemerintahan yang baik, bersih, berwibawa, dan demokratis.
Previous Post

Pengertian Pemilu, Fungsi dan Prinsipnya

Next Post

Sumpah Pemuda Pengertian, Isi, dan Artinya

Next Post

Sumpah Pemuda Pengertian, Isi, dan Artinya

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pos-pos Terbaru

  • Aplikasi Game Penghasil Saldo DANA Gratis, Bisa Dimainkan Di HP
  • Cara Klaim Saldo DANA Kaget 2026, Ini Tips Mendapatkan Saldo Gratis
  • Cara Menghasilkan Saldo DANA Gratis Tanpa Isi Saldo, Ini Tipsnya
  • Cara Skrining BPJS Kesehatan 2026 Melalui HP, Simak Dokumen Yang Diperlukan
  • Cek BI Checking Online 2026 Menggunakan HP Dengan Mudah

Komentar Terbaru

Tidak ada komentar untuk ditampilkan.

Arsip

  • September 2026
  • Agustus 2026
  • Juni 2026
  • Desember 2025
  • Agustus 2025
  • Juli 2025
  • Juni 2025
  • Mei 2025
  • April 2025
  • Maret 2025
  • Februari 2025
  • Januari 2025
  • Desember 2024
  • November 2024
  • Oktober 2024
  • September 2024
  • Agustus 2024
  • Juli 2024
  • Juni 2024
  • Mei 2024
  • April 2024
  • Maret 2024
  • Februari 2024
  • Januari 2024
  • Desember 2023
  • November 2023
  • Oktober 2023
  • September 2023
  • Agustus 2023
  • Juli 2023
  • Juni 2023
  • Mei 2023
  • April 2023
  • Maret 2023
  • Februari 2023
  • Januari 2023

Kategori

  • Artikel
  • Bansos
  • Berita
  • BPJS Kesehatan
  • Informasi
  • Istilah Hukum
  • Kesehatan
  • Opini
  • Politik
  • Tak Berkategori
  • Laman Contoh

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.