Informasi Cepat
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Informasi Cepat
No Result
View All Result

Sejarah Semboyan Negara Indonesia Bhinneka Tunggal Ika

Indra Prasteria by Indra Prasteria
15 November 2024
in Tak Berkategori
0

Sejarah Semboyan Negara Indonesia Bhinneka Tunggal Ika

Indonesia adalah negara yang dikenal dengan keragaman budayanya. Terdiri dari ribuan pulau dengan berbagai suku, agama, dan budaya, Indonesia menjadi negara yang kaya akan pluralitas.

Meski beragam, Indonesia tetap bersatu dalam satu kesatuan yang diwakili oleh semboyan negara, yaitu Bhinneka Tunggal Ika. Semboyan ini tertulis pada lambang negara Indonesia, yaitu Garuda Pancasila, yang mencerminkan semangat kesatuan dalam keberagaman.

Semboyan Negara Indonesia

Semboyan Bhinneka Tunggal Ika merupakan pernyataan jiwa dan semangat bangsa Indonesia yang menghargai perbedaan, namun tetap menjunjung tinggi persatuan.

Secara harfiah, Bhinneka Tunggal Ika berarti “berbeda-beda tetapi tetap satu jua”. Semboyan ini secara resmi menjadi bagian dari identitas bangsa Indonesia, diatur dalam Pasal 36A UUD 1945, yang berbunyi: “Lambang Negara ialah Garuda Pancasila dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika.”

Asal Usul Semboyan Negara

Istilah Bhinneka Tunggal Ika pertama kali diperkenalkan dalam Kitab Sutasoma karya Mpu Tantular pada masa kerajaan Majapahit sekitar abad ke-14.

Kitab ini, yang ditulis dalam bahasa Jawa Kuno, mengajarkan pentingnya toleransi antara agama Hindu dan Buddha yang saat itu hidup berdampingan di bawah pemerintahan Raja Hayam Wuruk.

Dalam kitab tersebut, bait terkenal berbunyi:

“Rwāneka dhātu winuwus Buddha Wiswa,
Bhinnêki rakwa ring apan kena parwanosen,
Mangka ng Jinatwa kalawan Śiwatatwa tunggal,
Bhinnêka tunggal ika tan hana dharma mangrwa.”

Yang artinya:

“Buddha dan Siwa adalah zat yang berbeda. Mereka memang berbeda, tetapi sesungguhnya satu juga. Tidak ada kerancuan dalam kebenaran.”

Pengangkatan sebagai Semboyan Negara Bangsa

Setelah kemerdekaan Indonesia, semboyan ini dipilih sebagai lambang yang tepat bagi persatuan bangsa.

Semangat toleransi yang awalnya ditujukan untuk perbedaan agama dalam Kitab Sutasoma diperluas maknanya menjadi simbol untuk suku, agama, ras, dan golongan (SARA) di Indonesia. Hal ini disahkan pada lambang negara melalui Peraturan Pemerintah No. 66 Tahun 1951.

Makna Semboyan Negara Bhinneka Tunggal Ika

  1. Konsep Kebhinnekaan dan Ketunggalikaan

    Secara filosofis, semboyan ini menyatukan dua konsep yang seolah bertentangan: Bhinneka (berbeda-beda) dan Tunggal Ika (satu jua).

    Di satu sisi, Bhinneka mengakui realitas objektif perbedaan dan keragaman di Indonesia, seperti dalam aspek suku, agama, ras, budaya, dan bahasa. Di sisi lain, Tunggal Ika mencerminkan cita-cita untuk tetap menjaga persatuan sebagai satu bangsa dan negara.

  2. Harmoni dalam Keberagaman

    Bhinneka Tunggal Ika menekankan bahwa perbedaan bukanlah penghalang untuk persatuan, melainkan kekayaan yang bisa disatukan.

    Konsep ini juga mengandung gagasan keseimbangan antara kebhinnekaan sebagai ciri khas bangsa yang majemuk dengan ketunggalan sebagai bangsa yang satu. Mengelola keberagaman dengan bijak, menjadikannya kekuatan untuk membangun bangsa, adalah inti dari makna semboyan ini​

Previous Post

Hadirkan Ketua Bawaslu Medan dan Komisioner KPU Medan, FH UMSU Gelar Diskusi Pilkada Jujur Legitimasi Rakyat

Next Post

Dasar Hukum Plh, Plt, Pjs, dan Pj Serta Perbedaannya

Next Post

Dasar Hukum Plh, Plt, Pjs, dan Pj Serta Perbedaannya

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pos-pos Terbaru

  • Cara Menghasilkan Uang Dari TikTok Dengan Mudah
  • Cara Klaim DANA Kaget Terbaru Hari Ini, Cek Syaratnya
  • Aplikasi Penghasil Saldo DANA Gratis Tanpa Modal, Cek Cara Kerjanya
  • Cara Mendapatkan Saldo DANA Gratis Dengan Aman
  • Cara Membagikan Saldo DANA Kaget 2026, Berikut Syaratnya!

Komentar Terbaru

Tidak ada komentar untuk ditampilkan.

Arsip

  • September 2026
  • Agustus 2026
  • Juni 2026
  • Desember 2025
  • Agustus 2025
  • Juli 2025
  • Juni 2025
  • Mei 2025
  • April 2025
  • Maret 2025
  • Februari 2025
  • Januari 2025
  • Desember 2024
  • November 2024
  • Oktober 2024
  • September 2024
  • Agustus 2024
  • Juli 2024
  • Juni 2024
  • Mei 2024
  • April 2024
  • Maret 2024
  • Februari 2024
  • Januari 2024
  • Desember 2023
  • November 2023
  • Oktober 2023
  • September 2023
  • Agustus 2023
  • Juli 2023
  • Juni 2023
  • Mei 2023
  • April 2023
  • Maret 2023
  • Februari 2023
  • Januari 2023

Kategori

  • Artikel
  • Bansos
  • Berita
  • BPJS Kesehatan
  • Informasi
  • Istilah Hukum
  • Kesehatan
  • Opini
  • Politik
  • Tak Berkategori
  • Laman Contoh

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.