IHSG justru mencatat kenaikan cukup signifikan selama periode 31 Agustus hingga 4 September 2026. Namun, tidak semua saham ikut bergerak positif. Sejumlah emiten tercatat mengalami koreksi cukup dalam dan masuk dalam daftar top losers sepekan.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dikutip pada Sabtu (5/9/2026), IHSG ditutup menguat 1,82% menjadi 6.636,47. Sebelumnya, IHSG berada di level 6.518,12 pada akhir perdagangan pekan lalu.
Sepanjang pekan tersebut, IHSG bergerak pada rentang 6.476,17 hingga 6.704. Kinerja positif tersebut turut disertai peningkatan aktivitas perdagangan saham di BEI.
Aktivitas Perdagangan Saham Meningkat
Rata-rata volume transaksi saham selama pekan ini naik 35,90% menjadi 48,99 miliar saham per hari. Pada pekan sebelumnya, rata-rata volume perdagangan berada di angka 36,05 miliar saham.
Sementara itu, rata-rata nilai transaksi harian meningkat 25,75% menjadi Rp19,22 triliun. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan rata-rata nilai transaksi pekan sebelumnya yang mencapai Rp15,28 triliun.
Frekuensi transaksi juga mengalami pertumbuhan. Rata-rata frekuensi perdagangan saham naik 10,93% menjadi 2,38 juta transaksi per hari, dari sebelumnya 2,15 juta transaksi.
Mayoritas Sektor Saham Menguat
Penguatan IHSG selama pekan 31 Agustus-4 September 2026 didukung oleh mayoritas sektor saham yang berada di zona hijau.
Sektor industri menjadi penguat terbesar dengan kenaikan 6,53%. Berikutnya, sektor energi meningkat 4,51%, teknologi naik 4,04%, keuangan tumbuh 3,23%, serta transportasi dan logistik menguat 3,12%.
Sektor consumer siklikal juga mencatat kenaikan 2,24%, sedangkan sektor properti dan real estate naik 1,99%. Sementara sektor consumer nonsiklikal bertambah 1,47% dan infrastruktur naik tipis 0,11%.
Di sisi lain, terdapat dua sektor yang mengalami pelemahan, yakni basic materials yang turun 1,26% dan sektor kesehatan yang terkoreksi 1,25%.
10 Saham Top Losers 31 Agustus-4 September 2026
Meskipun IHSG mengalami penguatan, sejumlah saham justru mengalami penurunan harga cukup tajam. Berikut daftar 10 saham top losers sepekan 31 Agustus-4 September 2026 berdasarkan persentase penurunannya.
1. PT Kian Santang Muliatama Tbk (RGAS)
Saham RGAS menjadi saham dengan penurunan terbesar selama pekan ini. Harganya merosot 38,14% menjadi Rp120 per saham dari sebelumnya Rp194 per saham.
2. PT Fuji Finance Indonesia Tbk (FUJI)
Posisi kedua ditempati saham FUJI. Harga saham ini turun 26,06%, dari Rp330 menjadi Rp244 per saham pada akhir perdagangan pekan ini.
3. PT Tempo Inti Media Tbk (TMPO)
Saham TMPO mengalami koreksi sebesar 21,30%. Harga sahamnya turun dari Rp216 menjadi Rp170 per saham.
4. PT Bekasi Asri Pemula Tbk (BAPA)
Saham BAPA juga mencatat penurunan lebih dari 20%. Harga sahamnya terkoreksi 21,26%, dari Rp174 menjadi Rp137 per saham.
5. PT Dwi Guna Laksana Tbk (DWGL)
Saham DWGL berada di urutan kelima daftar top losers. Harganya turun 15,65%, dari Rp294 menjadi Rp248 per saham.
Daftar Top Losers Sepekan Lainnya
Selain lima saham tersebut, terdapat lima emiten lain yang masuk daftar 10 saham dengan penurunan terbesar pada pekan 31 Agustus-4 September 2026.
6. PT Futura Energi Global Tbk (FUTR)
Harga saham FUTR turun 11,67% selama sepekan. Saham tersebut berakhir di level Rp318 per saham, dari sebelumnya Rp360 per saham.
7. PT Ekadharma International Tbk (EKAD)
Saham EKAD mengalami penurunan sebesar 10,53%. Harganya terkoreksi dari Rp418 menjadi Rp374 per saham.
8. PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR)
Saham VKTR melemah 10,38% selama perdagangan sepekan. Harga sahamnya turun dari Rp965 menjadi Rp865 per saham.
9. PT Intermedia Capital Tbk (MDIA)
Saham MDIA tercatat mengalami koreksi 10%. Harganya turun dari Rp240 menjadi Rp216 per saham.
10. PT Inter Delta Tbk (INTD)
Melengkapi daftar 10 besar, saham INTD turun 9,72%. Harga sahamnya berakhir di Rp260 per saham, dibandingkan Rp288 per saham pada pekan sebelumnya.
Daftar 10 Saham Top Losers 31 Agustus-4 September 2026
| Peringkat | Kode Saham | Nama Perusahaan | Penurunan | Harga Akhir |
|---|---|---|---|---|
| 1 | RGAS | PT Kian Santang Muliatama Tbk | 38,14% | Rp120 |
| 2 | FUJI | PT Fuji Finance Indonesia Tbk | 26,06% | Rp244 |
| 3 | TMPO | PT Tempo Inti Media Tbk | 21,30% | Rp170 |
| 4 | BAPA | PT Bekasi Asri Pemula Tbk | 21,26% | Rp137 |
| 5 | DWGL | PT Dwi Guna Laksana Tbk | 15,65% | Rp248 |
| 6 | FUTR | PT Futura Energi Global Tbk | 11,67% | Rp318 |
| 7 | EKAD | PT Ekadharma International Tbk | 10,53% | Rp374 |
| 8 | VKTR | PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk | 10,38% | Rp865 |
| 9 | MDIA | PT Intermedia Capital Tbk | 10,00% | Rp216 |
| 10 | INTD | PT Inter Delta Tbk | 9,72% | Rp260 |
Dengan demikian, RGAS menjadi saham top losers terbesar pada pekan 31 Agustus-4 September 2026 setelah mengalami penurunan 38,14%.
Sementara itu, penguatan IHSG sebesar 1,82% menunjukkan bahwa pergerakan positif indeks tidak serta-merta diikuti oleh seluruh saham yang tercatat di BEI.

